Analisis Film "Two Night Stand" Menggunakan Pendekatan Psikologi Perkembangan

sumber gambar: https://www.google.co.id/search?q=two+night+stand&espv=2&biw=1366&bih=623&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwj3z5zctJrMAhVEnpQKHRwtD7QQ_AUIBigB#imgdii=MCDXxxITqz1fyM%3A%3BMCDXxxITqz1fyM%3A%3B4mWfks9WLd6efM%3A&imgrc=MCDXxxITqz1fyM%3A

Analisis film “Two Night Stand”
1.      Sinopsis Two Night Stand
Meghan adalah seorang gadis yang baru saja putus cinta dan dipecat dari pekerjaannya. Selama beberapa hari, Meghan hanya mengurung diri di kamarnya tanpa melakukan apapun. Hingga suatu hari, Meghan mempunyai inisiatif untuk melakukan “online dating”. Setelah mendaftarkan diri disitus kencan online itu, Meghan membuka obrolan dengan beberapa pria, meghan memilih pria yang akan dikencaninya dengan melihat balasan obrolan dari pria yang diajaknya untuk chat, hingga ia menemukan seorang pria bernama Alec. Pada saat itu juga mereka melakukan video call, dan akhirnya mereka menyetujui untuk melakukan kencan.
Meghan datang ke apartemen Alec dan melakukukan kencan satu malam seperti yang dilakukan orang Amerika lainnya. Setelah "one night stand" yang sangat disesalkan, Meghan dan Alec bangun dan menemukan diri mereka di saat salju turun, setelah tidur bersama melalui badai salju yang menyebabkan seluruh Manhattan dikelilingi es sehingga Meghan tidak dapat kembali ke apartemennya. Dalam situasi itu, Meghan dan Alec dalam keadaan canggung terpaksa  melakukan sebuah pengenalan diri satu sama lain, dan mereka saling mengenal lebih jauh hingga mereka melakukan ‘two night stand” atau  kencan untuk yang kedua kalinya.
Setelah melakukan “two night stand” Meghan pulang ke apartemennnya ketika teman sekamar Meghan dan pacarnya sedang melakukan pesta dengan mengundang beberapa teman. Meghan ikut bergabung dalam pesta teman sekamarnya itu. Ketika sedang asik mengobrol dengan seseorang, Meghan dijemput paksa oleh polisi dan dimasukkan kedalam sel tahanan tanpa tahu alasannya. Alec si dalang dari penangkapan ingin menjenguk Meghan, tetapi Meghan menolak dan akhirnya Meghan dibebaskan. Ketika dibebaskan, Meghan bertemu Alec yang membawa bunga dan balon untuknya dan meminta Meghan untuk menerima cintanya. Pada awalnya Meghan tidak menerima permintaan Alec karena merasa kesal dengannya, tapi akhirnya Meghan luluh dan mau menerima Alec.
2.      Analisis film
·         pasangan yang bekerja
Pasangan yang bekerja dapat memiliki masalah dalam menemukan keseimbangan antara bekerja dan hal-hal lainnya dalam hidup (Eby, Maher dan Butts, 2010; Moen, 2009). Dalam film two night stand, Meghan bekerja disebuah kantor dan dia juga sedang menjalani relasi romantis dengan seseorang. Hal ini menyebabkan Meghan mengalami kesulitan dalam membagi waktunya untuk pekerjaan dan pasangannya, ketidakseimbangan yang dialaminya membuat Meghan kehilangan konsentrasi ketika bekerja dan ketika bertemu dengan pasangannya. Meghan tidak dapat romantis layaknya pasangan pada umumnya hal ini tentu berpengaruh terhadap pekerjaan dan relasi romantisnya.
·         pengangguran
Pengangguran mengakibatkan stress, terlepas dari apakah kehilangan pekerjaan itu bersifat sementara , cyclical, atau permanen (Perucci & Perrucci, 2009; Romans, Cohen, & Forte, 2010). Pengangguran berkaitan dengan masalah-masalah fisik (seperti serangan jantung, stroke), masalah-masalah mental (seperti depresi dan kecemasan), kesulitan perkawinan dan pembunuhan (Gallo, dll, 2006).
Meghan yang mengalami ketidakseimbangan antara pekerjaan dan relasinya menyebabkan turunnya kualitas pekerjaan dan dia harus kehilangan pekerjaannya. Kehilangan pekerjaan membuat Meghan depresi, ia mengurung diri didalam kamar tanpa melakukan apapun. Kehilangan pekerjaan membuat emosinya tidak stabil dan hal tersebut mempengaruhi kualitas hubungan romantis dengan pasangannya.
·         kegagalan dalam cinta
cinta yang tidak terbalas dapat mengakibatkan depresi, pikiran obsesif, difusi seksual, ketidakmampuan bekerja secara efektif, kesulitan menjalin relasi dengan teman baru, dan menghukum diri sendiri.
Setelah kehilangan pekerjaan, Meghan mengalami putus cinta. Depresi yang dialami Meghan meningkat dari sebelumnya, untuk menghibur dirinya yang sedang depresi Meghan mempunyai inisiatif “online dating”. Awalnya hal ini dia lakukan hanya untuk menghibur dirinya yang sedang depresi (iseng), namun difusi seksual yang dialaminya mendorong dia untuk melakukan online dating dan mencoba berkomunikasi dengan pria lewat chat. Kegagalan cinta benar-benar membuatnya menjadi orang yang paling putus asa serta merasa tidak punya harga diri.
·         Ketertarikan fisik
Sifat-sifat yang cenderung dianggap paling penting oleh wanita adalah penuh perhatian, kejujran, dapat diandalkan , baik hati, dan berpenghasilan baik, sementara pria cenderung menyukai sifat-sifat seperti penampilan menarik, terampil memasak, dan berhemat (Wuss dan Barnes, 1986; Eastwick dan Finkel, 2008).
Setelah melakukan chatting dalam “dating online” Meghan mengajak Alec untuk melakukan video call. Dalam melakukan video call, Meghan dan Alec dapat mengetahui fisik satu sama lain dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan kencan.
·         Cinta romantis
Cinta romantic memiliki komponen seksualitas dan gairah yang kuat dimana kedua hal ini seringkali menonjol diawal relasi cinta (Beerscheid, 2010; Regan 2008).
Meghan dan Alec melakukan kencan di rumah Alec. Mereka melakukan kencan “one night stand” yang biasa dilakukan orang Amerika. Meghan dan Alec melakukan cinta romantis dengan seksualitas dan gairah dalam semalam walau mereka baru pertama kali bertemu.

·         Cinta yang sempurna
Menurut Robert J. Stenbert (1998), dalam teori triachic cinta, dimana cinta dapat dipandang sebagai segitiga yang terdiri dari tiga dimensi utama – gairah, keintiman, komitmen.
Setelah melakukan “one night stand”, mereka mencoba mengenali sifat dan kepribadian satu sama lain, lebih dari pasangan cinta satu malam karena keterpaksaan hingga akhirnya melakukan “two night stand”. Hubungan antara Meghan dan Alec tidak terhenti begitu saja, tetapi setelah cinta dua malam yang dialami membuat mereka semakin dekat dan memiliki perasaan untuk saling memiliki hingga mereka memutuskan untuk menjalin hubungan dengan komitmen menjadi sepasang kekasih.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Analisis Film "Two Night Stand" Menggunakan Pendekatan Psikologi Perkembangan"

Posting Komentar

Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design